Posted by: syeffen on: Januari 1, 2009

Keberadaan “www.syeffen.wordpress.com” ini adalah sebagai jawaban seputar Kinerja dan seputar ruang lingkup management ANUGERAH INSAN CIPTA GROUP. Kami hadir adalah salah satu wujud penyampaian profile dan pemaparan kemampuan profesional dalam memberikan pelayanan kepada Mitra Kerja, Vendor, Rekanan, yang selama ini kami diamkan tanpa komunikasi yang jelas, harapan kami dengan tertuangnya Service Public Management ini dapat memberikan kontribusi yang positif.
Website ini i fungsikan sebagai struktur sistem imformasi untuk mendapatkan respond dan konfirmasi dari para owner, dengan maksud pencapaian program dan tujuan perusahaan sesuai sasaran. Dari sisi lain Anugerah Insan Cipta Group masih banyak kekurangan dan keterbatasan Imformasi dalam website ini, sajian imformasi yang dimuat masih butuh penyempurnaan dan perapian baik dari sisi kwalitas maupun penempatan object imfo .
Management Anugerah Insan Cipta Group mengucapkan Selamat Bergabung dan Melihat Profile kami , semoga konfirmasi, input, masukan, saran dan pendapat dari rekan rekan semua dapat menjadikan kami lebih dewasa.
SALAM HORMAT
SYEFFEN (SYARIF EFFENDIE NOOR)
KOMISARIS UTAMA
ANUGERAH INSAN CIPAT (AIC Group) Adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha Property, Agrobusiness, Supllayer, General Contractor dan lain lian.
Berdiri pada bulan maret tahun 2006, yang sebelumnya dibawah naungan Management PT.INSAN CIPTA GROUP (ICG).
Management Anugerah Insan Cipta Group sepenuh nya dimiliki oleh SYARIF EFFENDIE NOOR ( SYEFFEN) sebagai KOMISARIS UTAMA, sedangkan di Management PT.INSAN CIPTA GROUP berkedudukan sebagai Deputy Direktur Officer.
Ruang lingkup kerja sebagian besar di wilayah Kalimantan .
Visi & Misi
1. Mencapai sasaran management perusahaan yang optimal dan memberikan kontribusi kepada owner , mitra kerja, vendor baik di lingkup pemerintah maupun di perusahaan – perusahaan besar swasta sebagai Perusahaan yang konsekuen dengan moralitas kerja
2. Menunjukan partisipasi kerja yang berprestasi dan profesional sehingga di akui sebagai perusahaan yang hadir dengan kredibilitas dan etika baik tanpa cacat hukum.
3. Menjaga keseimbangan management perusahaan dalam segala hal yang menyangkut pengembangan sumber daya manusia dan potensi hak hajat karyawan.
4. Memberikan motivasi lapangan pekerjaan dan menciptakan iklim kerja yang kondusif serta peduli terhadap kwalitas pekerjaa.
YANG
TIDAK
PERNAH
RUGI
Jika ingin mempunyai usaha baru untuk anda atau anak anda, maka usaha Property adalah usaha yang paling tepat. Hali ini disebabkan karena:
Terima kasih kepada semua rekan rekan, relasi, mitra kerja, dan para websiter yang telah mengunjungi website kami dan juga telah menuliskan komentar , semoga dapat menjadi perbaikan dalam management dan kraetivitas kerja
AIC Group.
Posted by: syeffen on: Februari 20, 2009
Sebagai orang yang bekerja di bidang properti khususnya developer dan property investment, sangat jarang saya mengemukakan petunjuk atau bocoran tentang bisnis properti. Sekarang sudah saatnya. Sudah saatnya berbagi dengan banyak rekan. Karena ternyata buku-buku yang terbit mengenai bisnis properti masih sedikit. Lebih banyak tabloid yang mengupas model, tipe dan aksesoris properti.
Sedikitanya ada tiga alasan yang tidak dapat anda tolak untuk memasuki bisnis properti.
Alasan No. 1. Pasti untung!
Pernahkah anda bayangkan bisnis yang paling menguntungkan? Dalam teori manajemen keuangan terdapat istilah HIGH RISK HIGH GAIN. Tapi dalam bisnis properti, NO UNCONTROLLED RISK, HIGH GAIN. Ada beberapa instrumen yang menentukan hal ini.
Harga tanah pasti meningkat
Di dunia ini tidak ada harga yang turun kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kondisi makro perekonomian. Tapi bisa dipastikan 99% bahwa harga tanah pasti meningkat. PBBnya saja meningkat hampir tiap tahun. Secara hitungan kasar saja, jika anda beli tanah terus dijual 1 tahun ke depan. Pasti untung! Itu hebatnya bisnis properti.
Manajemen yang sederhana
Bisnis properti membutuhkan manajemen yang sederhana. Dalam developer misalnya, cukup bagian keuangan dan bagian legal. Dua bagian ini pokok dan vital bagi developer. Lha perencanaan, pemasaran dan konstruksi? Tidak harus diperlukan. Tidak harus ada. Karena konstruksi bisa kita serahkan ke Kontraktor. Pemasaran bisa kita percayakan kepada Agent Marketing. Perencanaan bisa kita undang konsultan. Hasilnya lebih lengkap, lebih pasti, biaya bersifat variable. Semakin sederhana manajemen yang ada, akan semakin menguntungkan dari sisi finansial dan pengelolaan.
Kemas properti sebagai investasi
Salah satu meningkatkan pendapatan dalam properti adalah mengemas properti sebagai bagian dari investasi yang menguntungkan. Kemas dengan cara yang sama tentang harga tanah. Sajikan dalam bentuk perhitungan kredit pemilikan rumah (KPR) dan bandingkan dengan ekspektasi harga di masa mendatang.
Amankan bisnis dengan shadaqah
Tidak ada bisnis yang tidak berisiko. Tapi dalam bisnis properti semua resiko dapat dikontrol. Kecuali Force Majure. Tapi agama Islam punya cara yang unik dalam mengamankan bisnis, yakni shadaqah. Bisnis properti itu jual beli lahan milik Allah Swt. Sehingga shadaqahnya musti lebih besar. Di perusahaan properti yang saya ketahui, mereka menyisihkan sekitar 20-40% keuntungan untuk kegiatan sosial keagamaan. Anda berani lebih besar???
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 2 Al Baqarah 261
Percayalah apa yang sudah digariskan oleh Allah, pasti akan terjadi.
Alasan No. 2. Modal besar? No Way!
Jual beli tanah tentunya butuh modal besar. Eit siapa bilang. Developer yang pernah saya kenal dan developer ini cukup ternama di Jogja, Solo bahkan sampai Batam. Pada tahun 1999 mereka mengelola modal kurang dari 100juta. Dan dalam jangka waktu 8 tahun, aset mereka sebesar 25Milyar. Developer dimana saya bernaung, dengan modal awal 3 M, dalam jangka waktu 2 tahun, aset kami bersih sekitar 20M. Ada beberapa cara.
Negosiasikan pembayaran
Negosiasi pembayaran dapat berupa pembayaran tanah, kontraktor, konsultan dan apapun sehingga memperlambat kas keluar. Artinya harus mempercepat kas masuk. Artinya cukup dengan uang muka pembelian, entah bagaimana caranya kas masuk untuk menutupi kewajiban pambayaran berikutnya. Contoh, modal anda 50juta. Anda beli tanah seluas 1000m2 dengan harga 60 juta. Negosiasikan pembayaran bertahap 6 bulan. Pembayaran pertama 10juta. Cadangkan 10 juta untuk pembayaran ke2. Siapkan tim perencana untuk merencanakan kawasan, biaya skitar 5 juta. Anggarkan biaya promosi sekitar 10juta. Anggarkan 7.5 juta untuk kegiatan operasional bulanan. Anggarkan 7.5 juta untuk legalitas lahan. Cukup 50 juta kan? Cukup 10 juta untuk beli lahan seharga 60 juta kan? Bayangkan jika uang muka anda 100juta, anda bisa mendapatkan lahan 600juta. Jika tanah sudah diolah atau dimatangkan, aset anda bisa menjadi 1.2 M! Fantastis!
Promosikan kawasan dengan menjual resiko
Kawasan ada sudah siap. Promosikan dengan gencar dengan menjual resiko maksudnya adalah dikarenakan anda membutuhkan cash dengan cepat, jual harga rumah 20% lebih murah dari harga normal, tapi cash. Tapi jangan lupa menaikan harga jual jika sudah mencapai titik tertentu. Nah sekarang anda tahu tentang konsep mengemas properti sebagai investasi. Ini salah satunya.
Instrumen Kredit Usaha
Pada tahap awal, perbankan tidak akan mungkin melirik usaha anda. Atau jika usaha anda sudah cukup dikenal, tentunya anda akan mudah mendapatkan kredit konstruksi, salah satu alternatif pembiayaan developer. Perlu anda ketahui, developer (baru) tidak mudah mendapatkan kredit investasi, tapi kredit modal kerja konstruksi. Sekarang bagaimana jika bank belum mau melirik usaha anda. Gunakan fasilitas KPR! Bagaimana caranya? Jadikan saudara, rekan kerja sebagai konsumen properti anda. Pembiayaan melalui KPR. Pencairan KPR akan anda terima. Kewajiban pengembalian KPR menjadi tanggung jawab usaha anda. Simple bukan. Anda sudah dipastikan mendapat kredit investasi.
Alasan No. 3. Dapatkan Cash Flow yang besar!
Alasan ketiga ini jelas-jelas akan sulit untuk ditolak. Dengan properti kita bisa mengenerate cash flow yang besar. Prinsipnya percepat uang masuk, perlambat uang keluar. Eit jangan melulu jual cash… Gunakan instrumen KPR.
Instrumen KPR
KPR saat ini memungkinkan KPR indent dimana konsumen dapat diikat dalam akad kredit meskipun bangunan belum selesai dibangun. Dan anda akan menerima pencairan awal sebesar 40%. Jika uang muka sebesar 20%, berarti anda menerima uang muka 60%. Ingat negosiasi pembayaran? Jangan-jangan modal anda sudah kembali?
Padahal untuk membangun rumah, mungkin anda hanya akan mengeluarkan sekitar 40%. Dan mengeluarkan sekitar 10% lagi untuk pematangan lahan, prasarana dan sarana. Sisa 10%nya? Bisa untuk membayar tanah. Pada bulan ke 4 dengan asumsi pembangunan selesai, maka anda akan menerima 60%. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan 4 bulan masa pembangunan? Yang penting jaga target penjualan.
Lahan baru, ladang uang baru
Bagaimana dengan 60% sisa pencairan KPR? Cadangkan untuk membeli lahan baru. Jadikan sebagai ladang uang baru. Saya jamin anda akan kaya raya!
Sekali lagi saya bilang, resiko dalam properti pasti ada. Namun resiko dalam properti harus dapat dikontrol. Ada beberapa tips yang secara gamblang saya tulis tanpa harus disertai keterangan
Tentukan target keuntungan bersih
Tentukan batasan resiko kerugian
Target pemasaran minimal harus tercapai
Tekan fixed cost, perbesar variable cost
Monitoring arus kas dan rugi laba
Cut Loss pada saat menyentuh batasan resiko kerugian
Tuangkan perjanjian bisnis dalam hitam di atas putih
Jadi anda tertarik masuk properti? Kapan?
Posted by: syeffen on: Februari 20, 2009
Krisis global memang berimbas ke dunia properti. Minat pembeli masih besar, namun terhambat dalam proses perbankan. Nah, mau tidak mau, sebagai pemasar properti musti mencari klien sebanyak-banyaknya sehingga potensi kegagalan dalam proses KPR selalu ada yang bisa menggantikan. Maksudnya jika klien A gagal KPR, maka ada klien B yang siap menggantikan.
Banyak Marketing Manager perusahaan pengembang properti bergantung kepada iklan yang ciamik, brosur yang mewah, spanduk mencolok (yang kadang malah menjadi sampah pemandangan), dan materi promo lainnya. Tetapi sering kali lupa pada proses networking. Dan proses networking ini memang tidak semudah yang diteorikan. Namun setidaknya, Marketing Manager harus mempunyai alat kontrol kepada seluruh tenaga Marketingnya untuk tetap menjalankan proses networking sekaligus bagian dari tindak lanjut atas klien yang sudah masuk.
Strategi simpel menjual properti di sini maksud saya adalah proses networking. Bagaimana seorang tenaga pemasaran diwajibkan bertatap muka dengan minimal 10 klien. Bayangkan jika 1 bulan terdapat 25 hari kerja, maka dalam waktu 1 bulan, tenaga pemasaran anda memiliki database 250 klien. Target 10% saja yang akan membeli, maka satu orang tenaga marketing akan menjual 25 unit rumah. Nah, bagaimana dengan alat kontrol proses tersebut?
Simpel saja, alat kontrol ini hanya berupa laporan harian penjualan (daily sales report; DSR) yang wajib dilaporkan setiap hari oleh tenaga pemasaran. Dalam DSR ini juga terdapat pilihan kategori tindak lanjut yang menunjukkan sampai mana proses tindak lanjut dilakukan. Dan kegunaan bagi Manager Marketing adalah sang manager akan mampu melihat kinerja anak buahnya, sang manager akan dapat mengevaluasi kapasitas klien dan memberikan masukan tindak lanjut kepada anak buahnya harus bagaimana melakukan treatment terhadap calon klien, dan manfaat lainnya.
Nah, untuk mendapatkan DSR yang sederhana ini, saya membagikan kepada Anda yang berminat. Tinggalkan komentar, maka file excel DSR akan meluncur ke email Anda maksimal 3 x 24 jam (maaf, lagi rada sibuk nih). DSR ini tidak mutlak harus sesuai bentuk yang saya buat, tapi dapat Anda modifikasi sesuai dengan kebutuhan. DSR ini standar cukup sebagai alat kontrol proses networking tenaga pemasaran Anda.